Banyak kisah-kisah unik dan menarik mengenai Shalahuddin Al-Ayyubi yang layak dijadikan teladan, terutama sikap kesatria dan kemuliaan hatinya. Ditengah suasana perang, ia berkali-kali mengirimkan es dan buah-buahan untuk Raja Richard yang saat itu jatuh sakit.
Ketika menaklukkan Kairo, ia tidak serta-serta mengusir keluarga Dinasti Fatimiyah dari istana-istana mereka. Ia menunggu sampai raja mereka wafat, baru kemudian anggota keluarganya diantar ketempat pengasingan mereka. Gerbang kota tempat benteng istana dibuka untuk umum. Rakyat dibolehkan tinggal di kawasan yang dahulunya khusus untuk para bangsawan Bani Fatimiyah. Di Kairo, ia bukan hanya membangun Masjid dan benteng, tapi juga sekolah, rumah sakit dan bahkan gereja.
Sahalahuddin juga dikenal sebagai orang yang soleh dan wara'. Ia tidak pernah meninggalkan shalat fardhu dan gemar shalat berjama'ah. Bahkan ketika sakit keraspun ia tetap berpuasa, walaupun dokter menasihatinya agar berbuka. "Aku tidak tahu bila ajal akan menemuiku," katanya.


